dianayulisulistyowati











{Maret 5, 2013}   Tugas Online Bu Derinta
  1. Komponen-komponen neraca pembayaran .

    Berdasarkan neraca pembayaran kita dapat mengetahui bahwa neraca dibagi ke dalam beberapa transaksi ekonomi internasional. Secara garis besar transaksi ekonomi internasional atau pos-pos dasar suatu negara dapat dibedakan sebagai berikut.

    1. Transaksi Dagang (Trade Account)

      Transaksi dagang adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang (merchandise) dan jasa-jasa. Transaksi dagang dibedakan menjadi transaksi barang(visible trade) yang merupakan transaksi ekspor dan impor barang dagangan, dan transaksi jasa (invisible trade) yang merupakan transaksi ekspor dan impor jasa. Untuk transaksi ekspor dicatat dei sisi kredit, sedangkan transaksi impor di catat di sisi debit.

    2. Transaksi Pendapatan Modal (income on Investment)

      Transaksi pendapatan modal adalah semua transaksi penerimaan adalah semua transaksi penerimaan atau pendapatan yang berasal dari penanaman modal di luar negri serta perimaan pendapatan modal asing dinegri kita. Pendapatan tersebut dapat beeupa bunga, dividen, dan keuntungan lain. Penerimaan bunga dan dividen merupakan transaksi kredit, sedangkan pembayaran bunga dan dividen kepada negara asing merupakan transaksi debit.

    3. Transaksi Unilateral (Unilateral Transection)

      Transaksi unilateral adalah transaki sepihak atau transaksi sepihak, artinya transsaksi terebut tidak menimbulkan kewajiban untuk membayar atas barang atau bantuan yang diberikan. Berikut ini yang tergolong transaksi unilateral adalah hadiah (give), bantuan (aid), dan transfer unilateral. Apabila suatu negara membeli suatu hadiah atau bantuan ke negara lain, maka transaksi ini termasuk transaksi debit. Sebaliknya, jika suatu neara menerima hadiah atau bantuan dari negara lain, termasuk dalam transaksi kredit.

    4. Transaksi Penanaman Modal Langsung (Direct Invesment)

      Transaksi penanaman modal langsung adalah semua transaki yang berhubungan dengan jual beli saham dan jual beli perusahaan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. apabila terjadi pembelian saham atau perusaandari tangan penduduk negara lain, maka post direct invesment di debit, dan bila terjadi penjualan saham atau penduduk asing yang mendirikan perusaan yang mendirikan perusaaan di wilayah kekuasaan, maka pos ini di kredit

    5. Transaksi Utang Piutang (Long Term Loan)

      Transaksi utang piutang jangka panjuang adalah semua transaksi kredit jangka panjang yang pembayarannya kebih dari satu tahun. Sebagai conth transaksi penjjualan obligasi kepada penduduk negara lain, menerima pembayaran kembali pinjaman-pinjaman jangka panjang yang di pinjamkan kepada penduduk negara lain, atau mendapatan pinjaman jangka panjang dari negara lain, maka pos ini dicatat di sebelah kredit, dan bila terjadi transaksi pembelian obligasi atau ainya yang berkaitan utang piutang jangka panjang, maka pos ini di catat di sebelaqh debit.

    6. Transaksi Utang-piutang jangka pendek (Short Term Capita1)

      Transaksi utang piutang jangka pendek adalah semua transaksi utang piutang yang jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun. Transaksi ini umumnya terdiri atas transaksi penarikan dan pembayaran surat-surat wesel.

       
       

    7. Transaksi Lalu Lintas Moneter (Monetary Acomodating)Transaksi lalu lintas moneter adalah pembayaran terhadap transaksi-transaksi pada current account (transaksi perdagangan, pendapatan modal, dan transaksi unilateral) dan investment account (transaksi penanaman modal langsung, utang piutang jangka pendek, dan utang piutang jangka panjang). Apabila jumlah pengeluaran current account dan investment account lebih besar daripada penerimaannya, maka perbedaan tersebut merupakan defisit yang harus ditutup dengan saldo kredit monetary acomodating.

       
       

      Dari transaksi tersebut, maka transaksi ekonomi internasional dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

      a. Transaksi Berjalan (Current Account)

      Transaksi berjalan adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang dan jasa-jasa. Secara umum meliputi: transaksi perdagangan, transaksi pendapatan modal dan transaksi unilateral.

       
       

      b. Neraca Modal (Capital Account)

      Neraca modal adalah neraca yang menunjukkan perubahan dalam harta kekayaan (asset) suatu negara di luar negeri dan aset asing di suatu negara, di luar aset cadangan pemerintah. Neraca modal meliputi: transaksi penanaman modal langsung, transaksi utang piutang jangka panjang dan transaksi utang piutang jangka pendek.

       
       

      c. Selisih yang Belum Diperhitungkan (Error and Omissions)

      Selisih yang belum diperhitungkan merupakan rekening penyeimbang apabila nilai transaksi-transaksi kredit tidak sama persis dengan nilai transaksi debit. Dengan adanya rekening selisih perhitungan ini, maka jumlah total nilai transaksi kredit dari suatu Neraca Pembayaran Internasional (NPI) akan selalu sama dengan transaksi debitnya.

       
       

       
       

  2. Sebutkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata terhadap Neraca Pembayaran suatu negara ?
    1. Pariwisata menurunkan defisit yang di alami negara
    2. Pariwisata menurunkan surplus pembayaran negara
    3. Pariwisata menambah jumah surplus neraca pembayaran negara
    4. Pariwisata menambah defisit yang di alami negara

       
       

  
 

  1. Apa saran anda mengenai tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan ?

     
     

    Keadaan defisit pada neraca wisatawan secara teoritis dapat ditanggulangi dengan cara mengusahakan terciptanya keseimbangan dan, apabila memungkinkan, terciptanya kondisi surplus. Defisit neraca wisatawan dapat terlihat secara nyata disebabkan oleh lebih banyak jumlah wisatawan daari negaranya yang berwisata ke luar negeri dibandingkan dengan jumlah wisatawan asing datang berwisata ke negaranya. Cara yang ditempuh kebanyakan negara adalah meningkatkan in going tourist dan menghambat meningkatnya out going tourist bagi penduduk warga negaranya.

     
     

    Hal tersebut memang cara yang ampuh untuk menanggulanginya. Namun, pertanyaan yang muncul berikutnya adalah bagaimana cara untuk menghambat meningkatnya jumlah out going tourist?

     
     

    Indonesia merupakan negara dengan pesona wisata yang luar biasa. Segala jenis wisata tersedia lengkap di sini mulai dari wisata budaya, wisata petualang, hingga wisata belanja serta wisata spa. Namun jumlah wisatawan yang berasal dari Indonesia lebih menyukai berwisata ke luar negeri. Hal ini disebabkan harga tiket yang relatif lebih murah apabila ke luar negeri dibanding ke dalam negeri, seperti Jakarta-Thailand dibandingkan dengan Jakarta-Makassar.

     
     

    Selain itu juga minimnya promosi wisata dalam negeri. Seperti yang kita tahu bahwa masyarakat Indonesia sudah bergantung kepada gadget seperti televisi, handphone, tablet, serta laptop. Demand akan kebutuhan informasi melalui media elektronik seperti ini terus meningkat. Namun, minimnya iklan-iklan mengenai daerah tujuan wisata di Indonesia patut untuk disayangkan. Padahal peluang untuk menerobos masuk melalui media elektronik ini merupakan suatu peluang yang sangat sayang untuk dilewatkan. Mirisnya lebih banyak iklan produk luar negeri dan paket wisata ke luar negeri yang marak bertebaran di media elektronik tersebut, seperti iklan promo tiket pesawat maskapai penerbangan AirAsia ke Thailand.

     
     

    Pihak insan pariwisata harus lebih memperkuat ikatan dengan pers dan dunia periklanan. Karena menurut saya, media periklanan melalui elektronik akan lebih efektif karena media tersebut sudah seperti oksigen bagi masyarakat kita, “gak bisa hidup kalau gak buka internet”.

     
     

    Tidak hanya satu sisi, kita juga harus melihat sisi wisatawan mancanegara yang datang. Meski kita berusaha meningkatkan jumlah perputaran wisatawan nusantara, namun tak bisa dipungkiri bahwa pasti ada penduduk Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Apabila insan pariwisata hanya berfokus pada meningkatkan jumlah wisatawan nusantara namun tidak memperhatikan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara, hal tersebut tidak akan berjalan efektif untuk mengurangi defisit neraca wisatawan bahkan bisa dikatakan mustahil untuk menciptakan surplus neaca wisatawan.

     
     

    Kembali saya menyarankan insan pariwisata Indonesia harus lebih meningkatkan sisi promosi, diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas serta saran dan prasana di daerah tujuan wisata di Indonesia. Untuk hal promosi, kita boleh berguru pada negara tetangga, Malaysia, yang jeli melihat peluang. Mengapa saya katakan seperti itu? Sebagai contoh, Malaysia merupakan sponsor Liga Inggris, ajang sepak bola bergengsi yang ditonton penggila bola seluruh dunia. Disetiap siaran langsung pertandingan tersebut, terdapat umbul-umbul atau banner “Visit Malaysia Truly Asia”. Ketika commercial break, diputarkan iklan pariwisata Malaysia. Ketika hal tersebut berlangsung, milyaran mata dari seluruh penjuru dunia melihat iklan tersebut, dan disiarkan ketika pertandingan bergengsi internasional berlangsung. Hal ini tentu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumalah wisatawan mancanegara yang datang ke Malaysia. Indonesia seharusnya lebih berani untuk menyajikan iklan-iklan pariwisata di dunia internasional dengan memperhatikan faktor timing, sehingga iklan-iklan tersebut muncul pada saat prime time dan dapat memberikan imbas yang signifikan.

     
     

  2. Contoh neraca pembayaran

     
     

     
     

    Apabila dilihat dari neraca pembayaran di atas, neraca pembayaran pada Kuartal III 2011 mengalami defisit US$ 4 miliar, turun tajam dibanding kuartal II yang surplus sebesar US$ 11,9 miliar. Defisit tersebut terjadi karena turunnya surplus transaksi berjalan serta transaksi modal dan finansial. Sementara itu, defisisit neraca jasa, dimana di dalamnya terdapat sektor pariwisata, turun menjadi US$ 2,81 miliar dari US$ 3,38 miliar pada kuartal II. Berkurangnya defisit ini, berdasarkan data dari Bank Indonesia yang disadur dalam Indonesia Finance Today, sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

     
     

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dinamika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mempengaruhi neraca pembayaran, yaitu mengurangi defisit neraca jasa.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: